Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil melangkah ke perempat final Australia Open 2025 setelah melakukan pertandingan yang menegangkan melawan pasangan Jepang, Nanako Hara dan Riko Kiyose. Pertandingan ini berlangsung di Sydney Olympic Park pada Kamis, 20 November, dan berlangsung dalam tiga gim yang dramatis.
Diawali dengan optimisme tinggi, Apriyani dan Fadia tampil percaya diri meski sempat mengalami ketertinggalan di awal permainan. Mereka mampu mengambil alih kendali match dan mengakhiri gim pertama dengan skor 21-11.
Di sepanjang gim pertama, permainan agresif ditunjukkan oleh pasangan ganda putri Indonesia ini. Keberhasilan mereka tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dari strategi yang matang untuk menekan lawan dari berbagai arah.
Analisis Pertandingan: Gim Pertama yang Menentukan
Gim pertama menjadi titik awal yang kuat bagi Apriyani dan Fadia. Setelah tertinggal 0-1, keduanya segera bangkit dan memimpin perolehan angka hingga jeda. Mereka menunjukkan teknik dan kerjasama yang solid, menjadikan lawan kesulitan menemukan ritme permainan.
Serangan-serangan yang dilakukan membuat lawan terus dalam posisi bertahan. Dengan keunggulan 11-6 di interval, semangat keduanya terus membara, mendorong mereka untuk menyelesaikan gim pertama dengan meyakinkan.
Kecepatan dan ketepatan pukulan Apriyani dan Fadia menjadi kunci kesuksesan mereka. Mereka mampu mengantisipasi pergerakan lawan dan merespons dengan serangan balik yang cepat serta akurat.
Gim Kedua: Perlawanan Penuh Strategi
Gim kedua membawa tantangan yang lebih berat, di mana Nanako dan Riko tampil lebih agresif. Mereka segera mengambil alih inisiatif dan tampil dominan pada awal permainan, bahkan mampu memimpin 11-8 saat jeda. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak akan menyerah begitu saja.
Setelah interval, Nanako dan Riko terus menerus memberikan tekanan pada pasangan Indonesia. Pendekatan defensif dari Apriyani dan Fadia mulai terlihat, namun mereka tetap berusaha untuk mencari celah dalam pertahanan lawan.
Akhirnya, gim kedua dimenangkan oleh duet Jepang dengan skor 21-12. Kemenangan ini membuat kepercayaan diri mereka meningkat, dan pertandingan harus dilanjutkan ke gim penentuan.
Gim Ketiga: Performa Mengagumkan dari Apriyani dan Fadia
Memasuki gim ketiga, tekad Apriyani dan Fadia untuk memenangkan pertandingan semakin kuat. Mereka menunjukkan pengalaman dan kematangan dengan tampil lebih percaya diri dan agresif. Strategi yang diterapkan pun berhasil membuahkan hasil.
Setelah melalui permainan yang ketat, pasangan Indonesia ini mampu menutup gim ketiga dengan kemenangan 21-10. Hal ini menjadi kredit tersendiri bagi mereka, karena menunjukkan kemampuan untuk bangkit setelah kehilangan gim kedua.
Keberhasilan tersebut tidak hanya membawa mereka ke perempat final, tetapi juga mengonfirmasi bahwa mereka adalah lawan yang tidak bisa dipandang remeh di turnamen ini. Kombinasi skill, endurance, dan mental yang kuat berperan besar dalam kemenangan ini.
Perkembangan Lainnya: Kesuksesan Wakil Indonesia Lainnya
Selain Apriyani dan Fadia, tiga wakil Indonesia lainnya juga berhasil lolos ke perempat final. Alwi Farhan, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dan Putri Kusuma Wardani meraih kemenangan yang sama gemilangnya di pertandingan masing-masing.
Alwi menunjukkan performa cemerlang dengan menaklukkan wakil India, Pranoy HS, dalam dua gim langsung. Fajar dan Rian juga berhasil mengalahkan lawan dari Taiwan, Chen Zhi Ray dan Lin Yu Chieh, menunjukkan dominasi mereka.
Sementara itu, Putri Kusuma Wardani memberikan penampilan luar biasa saat melawan Wen Chi Hsu. Keempat wakil Indonesia ini menunjukkan konsistensi dan kualitas yang tinggi di turnamen ini, memberikan harapan bagi penggemar bulutangkis tanah air.
